![]() |
| perjuangan ayah |
Beginilah kehidupan, dan inilah hidup yang memang harus dijalani,
Hari Kamis, 28 Januari 2010 Pukul 11.42Wib berjumpa dengan seorang bapak yang sedang berjualan Tekwan di salah satu trotoar yang ada di jambi, dengan gerobak dorongnya yang sudah tua, terus berjualan demi menafkahi keluarga juga termasuk membiayai anak-anaknya, yang sedang bersekolah disalah satu sekolahan yang ada di jambi, Tempat yang saat ini (trotoar) merupakan tempat ke xxx (yang kesekian kalinya) dijadikan sebagai tempat usaha beliau, beliau sering berpindah-pindah demi mencari pembeli yang mau membeli Tekwan buatannya, dengan sedikit tenda yang dimiliki bapak tersebut dia terus menunggu pembeli yang datang, satu kata yang membuat saya terharu " ya ini lah usaha yang saya punya, saya berharap nantinya anak-anak saya tidak sesusah saya", bapak yang mempuyai tujuh orang anak ini tetap tegar walaupun hujan dan teriknya matahari dia tetap berjuang, Bapak berharap kalau suatu saat dia dapat tempat yang lebih strategis lagi dari tempat yang sekarang, yang sehari-harinya hanya berharap dari anak-anak yang sepulang mandi dari kolam renang semata, dan para wisudawan/ wisudawati yang memakai tempat persis didepan bapak tersebut berjualan.
Ini merupakan bagian dari sekian banyaknya variasi kehidupan yang dialami banyak orang, ada yang kaya, ada yang terus berusaha untuk tetap bertahan hidup dengan penuh rasa cinta kasih dan sayang terhadap keluarga, sembari menikmati Tekwan sibapak yang menurut saya yang memang enak, persis di belakang tempat berjualan ada sebuah rumah yang memang tidak ditempati, rumah tersebut sudah penuh dengan rumput dan tidak terawat dengan baik, melihat tempat bapak berjualan yang hanya di trotoar, dimana akan mengganggu aktivitas lalu lintas yang lalu lalang alangkah baiknya sipemilik tempat tersebut memberikan ijin kepada sibapak agar bapak dapat tetap berusaha berjualan di tempat tersebut dengan lokasi yang sedikit lebih baik dari pada pinggir trotoar, yang menurut saya dari pada pekarangan rumah tersebut dipenuhi dengan rumput alangkah baiknya bapak berjualan di dalam dan pekarang tersebut bisa lebih bersih dari pada dipenuhi dengan rerumputan, sayangnya rumah tersebut milik instansi pemerintah.Harapan tinggal harapan semoga pemerintah dapat memperhatikan hal-hal seperti ini, jangan pada saat ada penertipan orang-orang tua seperti ini yang nantinya kena imbas dari pemberisahan / penertipan kota karena berjualan di trotoar jalan,
Lokasi : Broni Jambi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar